Benar apabila apa yang kita lakukan baik akan berbalik pada kita yang lebih baik pula. Sejak awal pendiriannya sampai saat ini, dari mulai peletakan batu pertama, pendirian 4 saka guru, pemasangan mustaka, hingga yang baru saja dilakukan adalah pendirian 18 saka serambi, semua dilakukan gotong royong seluruh jama'ah Joglo.
Semakin bertambahnya jama'ah Joglo semakin membuat masjid yang biasa disebut Joglo ini semakin guyub rukun dan mempunyai rasa kekeluargaan yang amat besar. Setiap harinya selalu ada sholat berjama'ah 5 waktu, pada hari Selasa malam Rabu diadakan mujadahan, pada hari Kamis malam Jum'at diadakan tahlilan/kirim doa untuk leluhur, sholat idul fitri & idul adha setiap tahunnya, dan acara-acara lain peringatan hari besar umat Islam.
Mengapa disebut Joglo? Karena memang masjid ini berbentuk joglo rumah adat Yogyakarta. Dulu sebelum dibangun masjid Joglo di barat jalan desa Cibuk Kidul ini, awalnya Jama'ah berjamaah di Joglo milik alm. simbah Prapto Darsono. Sungguh besar perjuangan mereka yang benar-benar memperjuangkan masjid Joglo untuk masyarakat beribadah hingga saat ini. Semoga Allah selalu melindungi setiap langkah & usaha kita & mereka membangun rumah Allah ini. Amin..
Joglo bukan hanya saja mengedepankan agama seperti layaknya msjid-masjid pada umumnya. Namun Joglo juga tetap mempertahankan budaya seperti tahlilan, nyadran, gendurenan, dan bahkan ada kesenian angklung & hadroh sholawatannya juga.
Semoga semua pihak yang telah membantu pembangunan Masjid Joglo, seluruh Jama'ah Joglo, Brayat Ageng Pondok Pesantren Kuno Yogyakarta, dan seluruh masyarakat selalu mendapatkan limpahan berkah dari Allah & diselamatkan dunia dan akhiratnya. Amin..
Sekian dulu yaa..
Kunjungi facebook kami https://www.facebook.com/joglo.cibukkidul.3
Berikut beberapa foto Masjid Joglo Cibuk Kidul..
1. Cikal Bakal
2. Proses Pembangunan
3. Pendirian Saka Guru
4. Pemasangan Mustaka
5. Pendirian Saka Serambi
6. Grup Kesenian Sholawat Angklung
7. Nonton Bareng
8. Grup Sholawat Hadroh
9. Masjid Joglo Cibuk Kidul